Jalan-Jalan Ke Bandung

Ada bagusnya juga liburan hari raya digabungin atau dipepetin dengan hari Sabtu-Minggu, sehingga para orang tua punya lebih banyak waktu untuk ngajak anaknya jalan-jalan. Setelah berpikir sesaat akhirnya Obin ikutan jalan-jalan ke Bandung hari Jumat, dua minggu lalu, sama kakak-kakak semua. Berangkat jam empat pagi dari Jakarta. Sampai Bandung jam 7 pagi. Langsung makan di bubur Mang Oyo, sekalian janji ketemu ayah yang memang masih di Bandung. Pas baru sampai Obin masih bete. Maunya nglendot saja. Kata bunda sepanjang jalan Obin banyak rewel (habis biasanya Obin masih bobo jam segitu kali). Untunglah di depan bubur Mang Oyo ada taman lingkungan yang banyak berkeliaran ayam-ayam. Jadilah Obin dan ayah main kejar-kejaran dengan ayam. Seger dong, Bin.

Habis itu pergi ke penginapan di wisma sangkuriang. Untung dapat penginapan, walau bookingnya jam sebelas malam. Kalau gak dapat gak tahu nginep dimana ya, Bin. Di penginapan itu Obin juga cukup happy karena banyak burung dan ayam. Habis mandi, Obin bobo (memang jam bobo Obin). Jadinya gak ikut kakak-kakak yang pada jalan-jalan ke Cisangkuy. Gak apa-apa ya, Bin.

Pas sudah bangun, Obin, Ayah, dan Bunda pergi naik motor beli makan siang di soto semarang, tempat bunda pernah cuci muka pakai sambal, Bin! he he he. Tapi nggak mau lagi bunda, walau gratis sekalipun.

Eh pas mau nyusul kakak-kakak, nggak tahunya sudah pada jalan ke ITC dan terjebak macet di jalan Otista. Terpaksa Ayah sama Obin jadi petunjuk jalan deh buat kakak- kakak. Capek ya, Bin? Habis dari situ, pengennya pada mau ke Kampung Daun di Cihideng. Kali ini Obin ikut mobil kakak Rafi, eh nyasar lagi. Akhirnya ayah harus nunjukkin jalan keluarnya. Pusing, akhirnya disuruh lewat tol saja. Itupun masih nyasar.

Akhirnya ayah nitipin motor dan ikutan naik mobil saja deh ikutan jalan-jalan. Untunglah pas berangkat ke Kampung Daun nggak terlalu macet. Sampai di sana masih agak terang, dan bisa dapat tempat lumayan lega. Banyak lampu-lampu, lampion, obor. Yang jelas Obin suka. Oh ya, Obin pas jalan-jalan sama ayah dan bunda, Obin sempat nyungsep dari tangga, karena sok pede turun dari tangga tanpa dipegangi. Untung ketangkep ayah, jadi masih sempat ditahan jatuhnya. Lain kali hati-hati ya, Bin!

Sebelum tengah malam Obin pulang ke penginapan, bobo. Pagi-pagi jam empat, Obin sudah bangun dan ngajak keluar. Akhirnya ayah ajak keluar. Kita lihat bulan ya bin? Dingin Bandung pagi hari makin membuat Obin nggak mau tidur lagi. Siangnya Obin jalan-jalan ke Tangkuban Perahu, sekalian pulang ke Jakarta lewat Subang. Sebelum pulang sempat makan siang di Sindang Reret, dan mampir di kolam rendam air panas di Ciater, walau Obin lebih memilih bobo di mobil. Akhirnya pulang ke Jakarta, dan sampai di Jakarta udah malam.


1 comment:

gfutfy said...

This momentousdecree wow gold came as a great beacon gold in wow light of hope buy wow gold to millions of negroslaves wow gold kaufen who had been seared in the flames of withering injustice.maplestory mesos it came as a joyous daybreak to end the long night ofcaptivity.but one hundred years later,maplestory money we must face the tragic fact thatthe negro is still not free.maple money one hundred years later,sell wow gold the lifeof the negro is still sadly crippled by the manacles ofsegregation and the chains of discrimination. one hundred yearslater,maple story money the negro lives on a lonely island of poverty in themidst of a vast ocean of material prosperity.wow powerleveling one hundred yearslater,maple story power leveling the negro is still languishing in the corners of americansociety and finds himself an exile in his own land. so we havecome here today to dramatize wow powerleveln an appalling condition.in a ms mesos sense we have come to our nation''s capital to cash a check.when the architects of our republic wow powerleveln wrote the magnificent wordsof the constitution and the declaration of independence, theywere signing a promissory note maplestory power leveling to which every american was tofall heir.