Kamera Bin



Waktu pertama kali Bin ulang tahun, ayah dan bunda sepakat beliin kamera digital untuk Bin (padahal, mana bisa Bin pakai :-)) Maksudnya tentu buat foto-foto Bin. Sebenarnya sejak Bin di perut bunda, dan baru lahir pun juga sudah sering dijepret. Tapi pakai kamera saku biasa. Maklum ayah lebih mengutamakan sisi moment daripada sisi artistik, dan yang lebih penting... murah meriah. Tapi sejalan dengan waktu kalau dihitung-hitung lumayan juga ya Bin foto-foto pakai seluloid itu. Bayangkan sebelum mulai moto harus beli film sekitar 25 ribu, cuci 15 ribu, cetak 30 ribu. Jadi secara kasar habislah sekitar 80 rb-100 rb. Dalam enam bulan pertama saja sudah habis sekitar 10-12 rol, dengan hasil yang belum tentu bagus, maklum asal jepret, dan hasilnya baru tahu belakangan. (...ntar Bin, ayah mau pergi dulu, daaaaaaah)

diterusin lagi Bin......
Akhirnya waktu Bin ulang tahun pertama, ayah dan bunda 'beliin' Bin kamera digital ke Pasar Baru, Jakarta. Dari rumah dah punya bayangan, mau beli kamera saku yang murah dan praktis. Akhirnya beli Kodak 1,3 MP. Langsung setelah itu bisa jeprat-jepret sesuka hati, dan sekarang udah ada kali seribu foto Bin on the moment....

Sekarang, satu setengah tahun kemudian, Bin sudah bisa mulai memfoto dengan kamera itu. "Bin mau foto...!" Walau masih harus dibantuin. Di sisi lain dirasakan kamera itu sudah terasa ordo dengan bentuknya yang gede, lambat, dan baterenya yang cepet habis.

Bunda bilang, kayaknya rugi beli barang-barang teknologi, karena harganya langsung terjun bebas. Tapi dibanding manfaatnya kalau dipikir-pikir gak juga, kayaknya sayang moment-moment lalu terlewat begitu saja. Dan sekarang kamera itu bener-benar bisa menjadi kamera Bin... (walau ayah dan bunda masih sering pinjam juga :-))

2 comments:

axLandra said...

Wuiihhh .... blognya Obin dah up and running again. Gitu dong noy, udah lama dinanti2 ... :)

neenoy said...

hihihi... tante tata tahu aja :P