Dor... dor... dor...!

Akhirnya, setelah berniat tidak memberikan Obin mainan pistol-pistolan, senapan atau sejenisnya, Ayah "membuatkan" dua untuk Bin. Malam itu menjelang Bin bobo, antara terjaga dan bobo, Bin bergumam, namun cukup jelas buat Ayah dan Bunda... "besok kita ke pasar, ya... kita beli pistol-pistolan... buat tembak... dor... dor... dor... zzz... zzzzzzzzz."

Bunda tersenyum. Ayah pikir, kayaknya Obin memang pengen banget mainan itu, sampai-sampai terbawa ke dalam pikiran hingga menjelang bobok.

Pagi harinya ayah ajak Bin. "Bin bikin pistol-pistolan sendiri yuk!"
"Dari apa?", tanya Bin.
"Dari koran, caranya gini... korannya digulung-gulung... abis itu dilipat kayak pistol, atau kayak senapan juga bisa... lalu diselotip. Jadi deh!"

Saat itu juga langsung Bin ambil, dan mulailah... "Dor... dor... dor... dor...", dengan senapan korannya.

Siang hari, ketika mengajak Obin jalan-jalan ke Gramedia, Obin lewat tempat mainan. Terlihat Obin tertarik dengan pistol-pistolan plastik, berusaha mengutak-atik dan memainkannya. Tapi ketika ayah mendekat, Bin bilang, "Obin sekarang sudah punya pistol-pistolan... jadi gak usah beli lagi..." (he he he... padahal sebenarnya masih pengen khan, Bin???)


No comments: