Komentar Bin

Masak...?
Saat itu Ayah ajak Obin ke proyek, lihat traktor dan jalan-jalan. Tapi kayaknya Obin lebih tertarik lihat selang dan pipa air yang dipakai para tukang mandi. Lalu dengan gayanya Obin tanya ke Ayah,
"Ayah itu pipa buat apa?"
"Itu buat ngalirin air." jawab Ayah.
"Air darimana?" tanya Bin lagi
"Air dari torn air yang ada di atas sana." Ayah menunjuk torn air yang ada di atas.
Tapi apa komentar Bin??? Dengan raut muka serius dan mulut monyong bin bilang... "Masak???"

Ayah gimana sih??? Bunda gimana sih???
Saat itu dalam perjalanan pulang ke Jakarta, Obin sudah bosen di mobil dan pengen cepat sampai di rumah atau penginapan. Lalu dengan maksud bercanda, Ayah bilang ke Obin kalau kita bakal istirahat di penginapan lagi, soalnya hari sudah menjelang sore dan Obin belum mandi.
"Obin mau pulang ke rumah aja." kata Bin.
Lalu Bunda pun menimpali, "Iya Bin, kita ke penginapan dulu."
Dengan muka cemberut Obin diam saja. Dan saat itu mobil melambat untuk belok ke jalan menuju rumah. Rupanya Obin cukup mengenali lingkungan... dan menggerutu...
"Ayah gimana sih??? Bunda gimana sih??? Ini khan rumah Obin." Kata Obin dengan raut muka serius.
(ha ha ha rasain yah, Bun! :-))

Stop Ayah, Obin tidak suka.......!
Seperti biasa ketika gemes sama Obin kadang-kadang Ayah berpura-pura menjadi... macan... atau beruang... atau kucing... untuk tangkap kambing (Bin) atau lumba-lumba (Bin juga). Sore itu Ayah berpura pura menjadi macan...
"Gerrrrrrrr... Bin ayah jadi macan, mau tangkap kambing..."
Saat itu Bin teriak, "Enggak!!!!" dan berjalan mendekati Ayah dengan tangan terkepal, siap memukul. (sebenarnya nggak sakit sih, tapi hal ini bisa menjadi kebiasaan ketika Bin nggak suka dengan tindakan orang lain.)
Saat itu Ayah tanya ke Bin, "Bin ayah khan nggak pukul Bin. Kenapa Bin mau pukul Ayah? "
Dan Obin pun mulai menangis... (mungkin karena ngantuk juga sih). Saat itu Bin dikasih tahu, kalau Bin nggak suka Obin bilang dong... caranya begini... "Stop Ayah!!! (sambil menggoyang telapak tangan), Obin nggak suka...!!! Nah gitu dong...".

Beberapa saat kemudian iseng-iseng ayah pura-pura jadi macan lagi... "gerrrr, ada macan mau tangkap kambing (Bin)..."
Lalu dengan mantapnya Bin berdiri dan bilang...
"Stop Ayah, Obin nggak suka!!!"
Dan Ayah bilang "Ya ampun!!!!" (seperti Swiper dalam film kartun Dora)

Dalam hati Ayah tertawa lihat Bin, kamu sok jadi anak gede ah Bin... kamu khan masih kecil... ("Enggak, Obin sudah gede, ayah masih kecil..." begitu kadang-kadang komentar Bin). Ah sudahlah... hehehe...


1 comment:

ratna said...

atau "sudah-sudah, cukup".

hehehehehe.